Foto kuat 6 jerapah mati di Kenya berbicara banyak tentang kekeringan negara
Business

Foto kuat 6 jerapah mati di Kenya berbicara banyak tentang kekeringan negara

Seekor jerapah berjalan di Rietspruit Game Reserve di Hoedspruit, pada 30 November 2021. — AFP
Seekor jerapah berjalan di Rietspruit Game Reserve di Hoedspruit, pada 30 November 2021. — AFP
  • Kekeringan Kenya berbicara keras kepada dunia melalui gambar memilukan enam jerapah mati.
  • Malnutrisi menjadi penyebab kematian jerapah.
  • Laporan mengatakan karena kekeringan di Kabupaten Garissa, Kenya, 4.000 jerapah terancam dimusnahkan.

Sebuah foto yang memperlihatkan jenazah enam jerapah di Kenya baru-baru ini menarik perhatian dunia terhadap kekeringan yang dialami negara tersebut.

Akibat kekeringan, satwa liar Kenya — terutama populasi jerapah — menjadi sangat terancam punah. Foto viral, diambil dari pandangan mata burung, menunjukkan enam jerapah tergeletak mati di dalam Suaka Margasatwa Sabuli di Wajir.

Atribut fisik hewan, seperti yang terlihat di foto, berbicara sendiri karena hewan itu menderita kekurangan gizi parah. Mereka meninggal setelah “terjebak di lumpur saat mereka mencoba minum dari reservoir yang hampir kering di dekatnya,” NDTV dilaporkan.

Untuk menyelamatkan reservoir air dari kontaminasi, pihak berwenang Kenya memindahkan mayat hewan ke lokasi berbeda di mana foto itu kemudian diambil.

Berdasarkan Al Jazeera, sejak September, sebagian besar Kenya Utara telah kehilangan curah hujan dan hanya menerima 30% darinya, yang telah menjadi penyebab utama kekeringan. Kondisi ini terutama mempengaruhi satwa liar negara itu, karena hewan tidak dapat menemukan makanan dan air dan akhirnya mati karena kekurangan gizi.

Ibrahim Ali dari cagar alam jerapah Bour-Algi mengatakan kepada publikasi bahwa kekeringan membahayakan hewan liar.

“Hewan peliharaan sedang dibantu [by the government and non-governmental organisation] tapi bukan satwa liar, dan sekarang mereka menderita,” katanya kepada situs berita Kenya, Bintang.

Situs web berita itu juga melaporkan bahwa kekeringan di Kabupaten Garissa telah membahayakan nyawa 4.000 jerapah.

Pada bulan September, kekeringan dinyatakan sebagai “bencana nasional” oleh Presiden Kenya Uhuru Kenyatta. Program Bantuan Tunai Bantuan Darurat diumumkan minggu lalu oleh Otoritas karena 2,5 juta orang terkena dampak kekeringan.

Posted By : tgl hk