Pertumbuhan PDB Pakistan melambat menjadi 3,5% di TA23: ADB
Pakistan

Pertumbuhan PDB Pakistan melambat menjadi 3,5% di TA23: ADB

Pertumbuhan PDB Pakistan melambat menjadi 3,5% di TA23: ADB
ADB berharap rekonstruksi dan reformasi ekonomi terkait banjir akan mengkatalisasi dukungan keuangan internasional yang signifikan. — Reuters/ Cheryl Ravelo
  • Banjir yang menghancurkan menambah risiko besar bagi prospek ekonomi negara itu, kata Direktur ADB untuk Pakistan, Yong Ye.
  • ADB berharap rekonstruksi dan reformasi ekonomi terkait banjir akan mengkatalisasi dukungan keuangan internasional yang signifikan.
  • Penyesuaian fiskal dan pengetatan moneter diperkirakan akan menekan permintaan domestik pada tahun anggaran berjalan.

Itu Bank Pembangunan Asia (ADB) melihat pertumbuhan ekonomi Pakistan melambat menjadi 3,5% pada tahun fiskal ini (FY2023) terutama karena banjir yang menghancurkan, pengetatan kebijakan moneter, dan langkah-langkah yang diambil untuk menangani ketidakseimbangan fiskal dan eksternal yang substansial, katanya dalam sebuah laporan pada hari Rabu.

ADB, dalam Asian Development Outlook (ADO) 2022 Update, mengatakan bahwa pertumbuhan PDB Pakistan pada TA 2022 didorong oleh konsumsi swasta dan pertumbuhan di bidang pertanian, jasa, dan industri, terutama sektor manufaktur skala besar.

“Tetapi pada TA2023—serta tantangan iklim dan upaya kebijakan penting Pakistan—proyeksi pertumbuhan ADB yang lebih rendah juga mencerminkan inflasi dua digit,” kata laporan itu.

“Banjir dahsyat baru-baru ini di Pakistan menambah risiko besar bagi prospek ekonomi negara itu,” kata laporan itu mengutip Direktur Negara ADB untuk Pakistan Yong Ye mengatakan.

“Kami berharap rekonstruksi dan reformasi ekonomi terkait banjir akan mengkatalisasi dukungan keuangan internasional yang signifikan, merangsang pertumbuhan, dan melestarikan pengeluaran sosial dan pembangunan untuk melindungi yang rentan.”

Perkembangan ini mengikuti hujan monsun yang belum pernah terjadi sebelumnya di Pakistan selatan dan barat daya dan pencairan gletser di wilayah utara memicu banjir yang telah berdampak pada hampir 33 juta orang di negara itu, menghanyutkan rumah, tanaman, jembatan, jalan, dan ternak yang mengakibatkan kerusakan yang diperkirakan mencapai $30. miliar.

“Prospek ekonomi sebagian besar akan dibentuk oleh pemulihan stabilitas politik dan implementasi reformasi yang berkelanjutan di bawah kebangkitan Dana Moneter Internasional (IMF),” kata laporan itu juga.

Sesuai pembaruan terbaru, konsumsi swasta di Pakistan meningkat 10% di TA 2022, yang mendorong kondisi kerja dan pendapatan rumah tangga yang lebih tinggi.

Output pertanian meningkat 4,4% di TA 2022, menarik kekuatan dari panen yang lebih besar dan produksi ternak.

“Pertumbuhan pertanian diperkirakan akan moderat karena kerusakan banjir dan biaya input yang tinggi tahun depan, yang dapat mengurangi pertumbuhan jasa, terutama perdagangan grosir dan eceran,” kata laporan itu.

ADB memandang bahwa penyesuaian fiskal dan pengetatan moneter diperkirakan akan menekan permintaan domestik pada tahun fiskal yang sedang berjalan.

“Kontraksi permintaan, bersama dengan kendala kapasitas dan input yang diciptakan oleh harga impor yang lebih tinggi dari depresiasi rupee, akan mengurangi output industri,” katanya.

Tekanan inflasi meningkat tajam pada kuartal keempat (April–Juni) TA 2022, didorong oleh penghapusan subsidi bahan bakar dan listrik, depresiasi rupee yang signifikan, dan lonjakan harga komoditas internasional.

“Tekanan inflasi akan tetap tinggi di FY2023 dengan perkiraan inflasi naik menjadi 18%,” kata laporan ADB.

“Selain banjir, tingkat inflasi yang meningkat bersama dengan kemungkinan selip fiskal saat pemilihan umum mendekat, dan kenaikan harga pangan dan energi global yang lebih tinggi dari yang diproyeksikan, tetap menjadi risiko penurunan prospek.”

Pada hari Selasa, pemberi pinjaman internasional mengatakan sedang mengerjakan paket bantuan untuk Pakistan yang dilanda banjir.

Laporan ADB merangkum bahwa Negara Berkembang Asia terus pulih karena banyak ekonomi yang melonggarkan pembatasan dari COVID-19 pandemi.

“Namun, ketidakpastian global merusak prospek untuk kembali ke pertumbuhan yang kuat dan bertahan lama. Di antara kekhawatiran utama adalah invasi Rusia ke Ukraina, yang telah berkontribusi pada kenaikan harga pangan dan bahan bakar, dan pengetatan moneter di negara maju,” tambah laporan itu.

Togel singapore dan togel hongkong tentu saja sudah tidak asing kembali untuk anda penikmati togel hari ini. Pasalnya togel singapore dan togel hongkong sudah berdiri sejak tahun 1990 dan berjalan hingga sekarang. Dulunya permainan menebak angka ini cuma dapat kita jumpai di negara pengembang layaknya singapura dan hongkong. Namun berjalannya selagi membuat hk prize hari ini jadi industri perjudian online terbesar di Asia bahkan Indonesia.

Di negara kami sendiri pasaran togel singapore dan togel hongkong sukses mendiami peringkat ke satu dan ke dua sebagai pasaran togel online terfavorit dan fair play. Hal ini tidak mengherankan, mengingat keluar hk 2022 sudah sukses beroleh verified dari lembaga World Lottery Association (WLA). Hal ini menandahkan bahwa pasara togel hongkong dan togel singapore terlampau safe untuk di jadikan sebagai lapak bermain togel online setiap harinya.

Di jaman teknologi canggih, kini permainan paito hk 2022 bisa kami mainkan secara gampang. Karena di sini para member lumayan memiliki ponsel yang di dukung jaringan internet bagus untuk dapat terhubung bersama dengan web site togel online terpercaya yang kini tersebar luas di pencarian google. Dengan bermodalkan ponsel dan jaringan internet bagus tentu saja kini para member mampu bersama mudah belanja angka taruhan togel singapore dan togel hongkong.