Setelah FATF, Inggris menghapus Pakistan dari daftar ‘Negara Ketiga Berisiko Tinggi’
Pakistan

Setelah FATF, Inggris menghapus Pakistan dari daftar ‘Negara Ketiga Berisiko Tinggi’

Setelah FATF, Inggris menghapus Pakistan dari daftar ‘Negara Ketiga Berisiko Tinggi’
Menteri Luar Negeri Federal Bilawal Bhutto-Zardari. — Twitter/@ForeignOfficePk

ISLAMABAD: Sebagai pengakuan atas langkah-langkah efektif yang diambil oleh Pakistan terhadap pencucian uang dan pendanaan teror, Inggris telah secara resmi menghapus negara itu dari daftar “Negara Ketiga Berisiko Tinggi” pada hari Senin.

Menteri Luar Negeri Bilawal Bhutto Zardari mengumumkan “kabar baik” tersebut sambil membagikan surat Kantor Luar Negeri, Persemakmuran dan Pembangunan di akun twitternya.

“Beberapa kabar baik. Inggris telah secara resmi menghapus Pakistan dari daftar ‘Negara Ketiga Berisiko Tinggi’ menyusul penyelesaian awal rencana aksi FATF kami,” cuit Bilawal.

“Perbendaharaan Yang Mulia mengeluarkan amandemen terhadap daftar Negara Ketiga Berisiko Tinggi Inggris PADA 14 November 2022, melalui Instrumen Patung. Amandemen tersebut menghapus Pakistan dari daftar sesuai dengan keputusan yang diambil oleh FATF pada 21 Oktober 2022,” bunyi dokumen resmi tersebut.

“Kantor Luar Negeri, Persemakmuran dan Pembangunan mengakui kemajuan yang telah dibuat Pakistan untuk meningkatkan kontrol pencucian uang dan pendanaan teroris,” tambahnya lebih lanjut.

Pada April 2021, pemerintah Inggris menambahkan Pakistan ke daftar 21 negara berisiko tinggi yang tidak diinginkan dengan pencucian uang dan kontrol pendanaan teroris yang tidak memuaskan.

Daftar 21 negara ini — dirilis oleh Pemerintah Inggris — mereplikasi daftar negara yang disebut oleh FATF sebagai negara berisiko tinggi atau dalam pemantauan yang ditingkatkan. Pakistan berbagi daftar di nomor 15 dengan negara-negara yang dilanda konflik seperti Suriah, Uganda, Yaman dan Zimbabwe.

Menurut pemerintah Inggris, negara-negara dalam kategori ini menimbulkan ancaman karena kontrol pajak yang lemah dan kurangnya checks and balances pada pendanaan terorisme dan pencucian uang.

Namun, bulan lalu (Oktober) FATF, pengawas pencucian uang dan pembiayaan terorisme global, akhirnya menghapus Pakistan dari daftar abu-abu setelah empat tahun.

Presiden badan global tersebut Raja Kumar telah mengumumkan bahwa nama Pakistan telah dihapus dari “daftar abu-abu” karena negara tersebut membahas 34 poin dari rencana aksi tersebut.

Togel singapore dan togel hongkong pastinya udah tidak asing kembali untuk kamu penikmati togel hari ini. Pasalnya togel singapore dan togel hongkong telah berdiri sejak tahun 1990 dan berjalan sampai sekarang. Dulunya permainan menebak angka ini hanya sanggup kami jumpai di negara pengembang seperti singapura dan hongkong. Namun berjalannya kala sebabkan paito hk jadi industri perjudian online terbesar di Asia lebih-lebih Indonesia.

Di negara kita sendiri pasaran togel singapore dan togel hongkong sukses duduki peringkat ke satu dan ke dua sebagai pasaran togel online terfavorit dan fair play. Hal ini tidak mengherankan, mengingat Result SDY telah sukses beroleh verified berasal dari lembaga World Lottery Association (WLA). Hal ini menandahkan bahwa pasara togel hongkong dan togel singapore terlalu safe untuk di jadikan sebagai lapak bermain togel online setiap harinya.

Di masa teknologi canggih, kini permainan Pengeluaran HK mampu kita mainkan secara gampang. Karena disini para member memadai punya ponsel yang mendapat dukungan jaringan internet bagus untuk bisa membuka bersama dengan web togel online terpercaya yang kini tersebar luas di pencarian google. Dengan bermodalkan ponsel dan jaringan internet bagus tentu saja kini para member mampu bersama dengan mudah membeli angka taruhan togel singapore dan togel hongkong.